Solusi aplikasi bisnis

Aplikasi produksi untuk melihat posisi setiap pesanan.

Aplikasi produksi atau sistem produksi membantu mencatat tahap kerja, pemakaian bahan, dan kendala di lantai produksi. Saat pelanggan menanyakan kapan pesanan selesai, perencana tak perlu mencari kabar dari beberapa operator terlebih dahulu.

Belum punya dokumen kebutuhan? Tak masalah. Ceritakan saja contohnya.

Ilustrasi pemetaan proses kerja untuk digitalisasi operasional
Catatan proses produksi membantu tim melihat pekerjaan yang sedang berjalan.

Sebelum sistem hadir

Jadwal di kertas tak selalu sama dengan kondisi di lantai produksi.

Satu mesin yang berhenti, bahan yang belum datang, atau produk yang harus dikerjakan ulang bisa mengubah urutan kerja. Kalau kabar itu hanya disampaikan lisan, bagian lain mungkin tetap memakai jadwal lama.

Jadwal kirim meleset dan bahan tambahan baru dicari setelah dibutuhkan. Setelah pesanan terlambat, sulit mengetahui apakah penyebabnya mesin, bahan, atau perubahan prioritas.

Catat perubahan saat terjadi, bukan setelah terlambat.

Catat tahap yang sudah selesai, bahan yang dipakai, dan kendala yang menghentikan pekerjaan. Perencana dan bagian lain bisa melihat posisi terakhir tanpa mengandalkan kabar dari satu orang.

Bagaimana sistem ini membantu

Mari ikuti satu pesanan dari penjadwalan sampai produk selesai, termasuk bahan dan kendala yang bisa mengubah tenggat.

01
Pemetaan tahapan dan perpindahan informasi dalam alur kerja
Catat tahap yang benar-benar dijalani operator setiap hari.

01. Ikuti tahapan produksi

Setiap tahap punya penanggung jawab dan kondisi selesai.

Ceritakan langkah kerja untuk satu jenis produk, dari pesanan masuk sampai barang selesai. Kami juga perlu tahu siapa yang mencatat pemakaian bahan dan siapa yang memperbarui status pekerjaan.

Kalau produk melewati mesin atau pemeriksaan yang berbeda, tunjukkan urutannya. Itu membantu kami menentukan catatan apa yang perlu dibuat di setiap tahap.

  • Rencana dan status tiap pekerjaan
  • Pemakaian bahan dan hasil produksi
  • Hambatan, mutu, atau pekerjaan ulang bila dibutuhkan
02
Ilustrasi hubungan sistem produksi dengan proses bisnis lain
Pilih informasi yang perlu dibagikan ke gudang dan perencana.

02. Catat perubahan di lapangan

Temukan pekerjaan yang menunggu sebelum terlambat.

Operator dapat memperbarui status saat pekerjaan dimulai, selesai, atau tertahan. Jika status mesin ingin diambil otomatis, kami perlu memeriksa dulu apakah perangkatnya dapat dihubungkan.

Satu alur pencatatan yang sederhana lebih mudah diadopsi daripada meminta operator mengisi terlalu banyak hal.

03
Ilustrasi alur informasi antarbagian operasional bisnis
Cek permintaan dan ketersediaan bahan sebelum menyusun jadwal.

03. Pelajari penyebab keterlambatan

Ketahui tahap yang paling sering membuat pesanan terlambat.

Bandingkan waktu rencana dengan waktu pengerjaan, lalu lihat tahap yang paling sering membuat pesanan terlambat. Catatan pemakaian bahan juga membantu menjelaskan kebutuhan produksi berikutnya.

Pilih catatan yang memang bisa diperbarui operator selama bekerja. Formulir yang terlalu panjang biasanya sulit dipakai di lantai produksi.

Langkah pertama

Sulit mengetahui posisi pesanan yang sedang diproduksi?

Ceritakan jenis produk dan tahapan kerjanya. Kami bantu lihat informasi apa yang perlu dicatat agar perencana punya kabar terbaru tanpa terus mencari operator.

Petakan Alur Produksi Anda