Solusi aplikasi bisnis

Aplikasi operasional bisnis untuk pekerjaan yang sering tertahan.

Aplikasi operasional bisnis atau sistem manajemen proyek membantu tim melihat siapa yang menangani pekerjaan dan apa yang masih menunggu. Ada permintaan pembelian yang dikirim lewat grup chat, lalu menunggu persetujuan lewat email. Beberapa hari kemudian, staf harus mencari lagi siapa yang menyetujui dan apakah barangnya sudah dipesan.

Belum punya dokumen kebutuhan? Tak masalah. Ceritakan saja contohnya.

Ilustrasi tim memetakan alur kerja dan titik persetujuan
Tugas yang terlihat membantu tim tahu siapa yang perlu bergerak selanjutnya.

Sebelum sistem hadir

Tim sudah bergerak, tetapi pekerjaan masih sering tersangkut.

Permintaan sudah dikirim, tetapi belum jelas siapa yang mengambilnya. Persetujuan mungkin tertimbun di email, dan orang berikutnya tidak tahu bahwa gilirannya sudah tiba. Bukan karena tim malas, melainkan karena status pekerjaan tidak terlihat oleh semua yang terlibat.

Pekerjaan terlambat diketahui saat tenggat sudah dekat. Manajer mengulang pertanyaan yang sama, sementara staf mencari lampiran dan bukti persetujuan dari percakapan lama.

Sambungkan permintaan dengan langkah penyelesaiannya.

Catat permintaan, orang yang bertanggung jawab, batas waktunya, dan keputusan yang sudah diambil. Tim dapat melihat pekerjaan yang menunggu tanpa harus mengirim pesan untuk menanyakan kabar.

Bagaimana sistem ini membantu

Kita bisa mulai dari satu proses yang sering membuat orang saling bertanya, misalnya persetujuan pembelian atau permintaan perbaikan.

01
Ilustrasi digitalisasi proses operasional bisnis
Pilih satu alur nyata, lalu hilangkan langkah yang membuatnya tersendat.

01. Telusuri permintaan

Mulai dari permintaan yang paling sering tersendat.

Contohnya permintaan pembelian, tiket teknisi, persetujuan dokumen, atau pemeliharaan. Kita petakan siapa yang memulai, siapa yang memproses, dan kapan pekerjaan dianggap selesai.

Alur yang sederhana dan dipakai setiap hari sering memberi dampak lebih besar daripada sistem besar yang tidak menjadi kebiasaan tim.

  • Status dan pemilik pekerjaan
  • Tenggat, lampiran, dan riwayat perubahan
  • Aturan persetujuan dan notifikasi
02
Ilustrasi hubungan antarproses dan sistem operasional
Hubungkan informasi seperlunya; tidak setiap proses perlu masuk sekaligus.

02. Tentukan penanggung jawab

Setiap orang tahu apa yang harus terjadi selanjutnya.

Tampilan tugas dan status membantu anggota tim fokus pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Pihak yang menunggu keputusan pun bisa melihat progres tanpa mengirim pesan berulang.

Atur siapa yang menerima pemberitahuan dan siapa yang boleh menyetujui. Dengan begitu, orang yang menunggu keputusan tahu kapan harus bertindak.

03
Ilustrasi menyatukan informasi kerja dari beberapa bagian bisnis
Informasi yang tersambung mengurangi waktu untuk menyusun gambaran kerja.

03. Cari pekerjaan yang tertahan

Ketahui permintaan mana yang belum ditangani.

Daftar pekerjaan yang masih menunggu, sudah lewat tenggat, atau sering muncul membantu manajer memilih apa yang perlu dibereskan lebih dulu. Tim tak perlu menunggu rekap akhir bulan untuk melihat penundaan.

Untuk tahap pertama, pilih satu proses yang paling sering terlambat agar tim tidak perlu mengubah semua kebiasaan sekaligus.

Langkah pertama

Permintaan apa yang paling sering tertahan di tim Anda?

Ceritakan bagaimana permintaan itu masuk, siapa yang harus menyetujui, dan di bagian mana biasanya berhenti. Kami bantu gambarkan langkah yang bisa dirapikan.

Ceritakan Alur Kerja Anda